Minggu, 19 Mei 2024

Breaking News

  • Ikatan Komunitas Terjalin, BRK Syariah Isi Kegiatan Silaturahmi Gubri dengan Masyarakat Riau di Jakarta   ●   
  • Cristiano Ronaldo menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di dunia versi Majalah Forbes. Dalam karirnya di dunia sepak bola, pencapaian ini merupakan kali keempat yang diraih pemain asal Portugal itu.   ●   
  • Suzuki SM Amin Gelar Special Event Lomba Mewarnai Tingkat SD Berhadiah Jutaan Rupiah   ●   
  • Syamsuar Singgung UKT Mahal Saat Daftar Bacalon Gubri ke PAN dan PKS   ●   
  • Bawa Kabur hingga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria di Kuansing Jadi Tersangka   ●   
Medan Perang Tersulit Didunia, Operasi Militer Rafah Tidak Menjamin Serangan Palestina Berhenti
Jumat 10 Mei 2024, 08:51 WIB

(TABLOIDRAKYAT)-GAZA- Juru bicara panglima militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari menggambarkan Gaza sebagai “salah satu medan perang tersulit di dunia”.

Dia menekankan, “Operasi militer di Rafah tidak menjamin penghentian serangan Palestina.” Berbicara pada konferensi Tel Aviv yang diselenggarakan surat kabar Yedioth Ahronoth.

Hagari menjelaskan, “Tantangan paling penting yang dihadapi tentara adalah kepercayaan masyarakat Israel.”

Dia menambahkan, “Apa yang terjadi pada tanggal 7 Oktober memaksa kami untuk lebih berada pada posisi dan tahu bagaimana menerima kritik, dan setelah kegagalan kami mengambil tanggung jawab.”

“Yang memimpin perang adalah Kepala Staf yang bertanggung jawab, dan kami juga memahami implikasi dari tanggung jawab tersebut,” ujar dia.

“Kami merencanakan perang yang akan berlangsung sekitar satu tahun. Gaza mungkin adalah salah satu arena tersulit di dunia dalam hal pertempuran, intensitas, dan terowongan yang digali Hamas di bawah tanah,” papar dia.

Menurut data tentara Israel, 614 perwira dan tentara Israel tewas, dan lebih dari 3.362 orang terluka, sejak 7 Oktober 2023.

Mengenai penundaan operasi Rafah, Hagari mengatakan operasi tersebut belum dimulai beberapa bulan yang lalu karena “kondisi operasional” tidak sesuai karena banyaknya warga Gaza yang mencari perlindungan di kota itu dan sekitarnya.

“Rafah, tidak sepenting Khan Yunis dan Gaza utara,” papar dia, mengacu pada wilayah lain di Jalur Gaza yang telah diratakan dengan tanah oleh tentara kolonial Israel.

“Kami akan menangani Rafah dengan cara yang tepat bagi kami,” ungkap Hagari.

Pada Selasa, tentara penjajahan Israel menduduki kembali perlintasan darat Rafah dan sekali lagi secara paksa mengusir warga Palestina di lingkungan timur kota Rafah menjelang invasi darat.(***)

Sumber: Cakaplah.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top