Jumat, 14 Juni 2024

Breaking News

  • Siaran Pers, Hasil Seleksi UTBK-SNBT Tahun 2024 Diumumkan   ●   
  • Lagi-lagi Judi Online, Oknum Perwira TNI Gelapkan Uang Satuan Rp876 Juta untuk Main Judi Online   ●   
  • Indonesia Tuan Rumah di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2025   ●   
  • PKB Resmi Usungkan Anies Baswedan Balon Gubernur DKI Jakarta   ●   
  • MrBeast Kukuhkan Dirinya Sebagai Youtuber dengan Subscriber Terbanyak di Dunia   ●   
Harga Cabai di Bengkalis Masih Bertahan Diharga Rp75 Ribu Per Kg
Sabtu 11 Mei 2024, 10:25 WIB

BENGKALIS (TABLOIDRAKYAT) - Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Pulau Bengkalis mengalami fluktuatif, namun demikian fluktuatif harga itu cenderung tinggi, jika dibandingkan setelah Hari Raya Idulfitri.

Bahkan harga bahan pokok yang masih bertengger harganya adalah cabai merah kriting asal Bukittinggi, bawang merah, bawang putih, kentang, tomat dan sejumlah barang lainnya.

Seperti pantauan di Pasar Terubuk Bengkalis, Jumat (10/5) harga cabai masih bertahan diharga Rp75 ribu per Kg dan cabai keriting lokal di Pulau Bengkalis dan dari Kabupaten Siak sampai kemarin tidak dijumpai di pasaran.

Di susul dengan cabai rawit yang hanya turun sedikit dari pekan lalu, yang sebelumnya Rp65 ribu per kg saat ini menjadi Rp60 ribu per kg, bawang merah Rp55 ribu per kg, bawang putih Rp48 ribu per kg, kentang Rp22 ribu per kg, tomat Rp18 ribu per kg, jahe Rp40 ribu per kg.

“Turun hanya sedikit. Termasuk cabai merah keriting asal Bukittinggi juga turun sedikit, sebelumnya Rp80 ribu jadi Rp75 ribu per Kg. Sedangkan cabai lokal karena musiman, maka saat ini tak masuk dari petaninya,” ujar salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Terubuk Bengkalis Aini.

Ia mengaku, kondisi harga barang memang mengalami fluktuatif harga. Ini disebabkan pasokan barang yang terbatas, juga melihat kondisi pembeli di pasar yang masih sepi. “Kalau hari libur biasanya jumlah pembeli meningkat, sehingga harga juga tinggi. Karena pasokan barang terbatas, dan permintaan tinggi sehingga harga menjadi mahal,” ucapnya.

Kepala Dinas  Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis Zulfan ST menyebutkan, masih tingginya harga bahan pokok di pasaran di Pulau Bengkalis tentu dipengaruhi oleh pasokan bahan pokok dari luar dan juga biaya transportasi.

“Bahan pangan hampir 85 perwen berasal dari luar, sehingga memengaruhi harga di pasaran. Karena untuk komoditas pertanian lokal di pulau ini sangat minim, sayuran saja didatangkan dari luar. Termasuk cabai, kentang dan yang lainnya,” ujarnya.(Ntan)

Sumber: Riaupos.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top