Minggu, 19 Mei 2024

Breaking News

  • Ikatan Komunitas Terjalin, BRK Syariah Isi Kegiatan Silaturahmi Gubri dengan Masyarakat Riau di Jakarta   ●   
  • Cristiano Ronaldo menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di dunia versi Majalah Forbes. Dalam karirnya di dunia sepak bola, pencapaian ini merupakan kali keempat yang diraih pemain asal Portugal itu.   ●   
  • Suzuki SM Amin Gelar Special Event Lomba Mewarnai Tingkat SD Berhadiah Jutaan Rupiah   ●   
  • Syamsuar Singgung UKT Mahal Saat Daftar Bacalon Gubri ke PAN dan PKS   ●   
  • Bawa Kabur hingga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria di Kuansing Jadi Tersangka   ●   
Tak Pernah Gunakan Mangrove untuk Bahan Bakar, Begini Penjelasan PLTU Tembilahan
Rabu 15 Mei 2024, 14:09 WIB

TEMBILAHAN (TABLOIDRAKYAT) – Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tembilahan, membantah kabar yang menyebutkan pembangkit listrik itu menggunakan kayu mangrove sebagai bahan bakar.

Bahkan sebaliknya, pihak.PLTU Tembilahan saat ini menjalankan program cofiring yang dicanangkan oleh PLN (Persero). Program ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu ditegaskan Zais Ariyono, selalu Manajer Unit PLTU Tembilahan, dalam rilis yang diterima redaksi GoRiau.com, Selasa (14/5/2024).

Diterangkannya, program cofiring adalah penggantian sebagian bahan bakar batubara dengan limbah hasil pengolahan kayu. Limbah kayu yang dimaksud bisa berupa limbah potongan kayu berukuran kecil atau wood chip atau bisa berupa serbuk kayu atau saw dust. "Tujuannya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," terangnya.

Ditambahkannya, PLTU Tembilahan mendukung semangat pemanfaatan energi terbarukan, yang kini terus didorong pemerintah.

Salah satu caranya adalah memperbanyak pemakaian limbah hasil pengolahan kayu atau biomassa, sebagai campuran bahan bakar pada PLTU.

"Ini yang dikenal dengan istilah cofiring. Metode ini diharapkan mampu mengakselerasi transisi energi di Indonesia, " terangnya lagi.

Secara Kontinyu

Lebih lanjut, Zais Ariyono menerangkan, pada 1 Maret 2024, PLN PUSLITBANG (Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, red) telah menerbitkan surat Rekomendasi Sementara Pengoperasian Cofiring untuk Komersialisasi pada PLTU Tembilahan. Salah satu. Isinya menyatakan secara prinsip PLN PUSLITBANG merekomendasikan PLTU Tembilahan untuk melaksanakan cofiring secara kontinyu.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya pada 20 Maret 2024, telah melaksanakan Go Live Komersial Cofiring Biomassa untuk PLTU Tembilahan. Kegiatan itu dihadiri para pimpinan dari PLN Nusantara Power, PLN Nusantara Power Services dan PLN Energi Primer Indonesia.

Langkah tersebut tercapai berkat dukungan PLN Energi Primer Indonesia yang bertindak sebagai pemasok biomassa untuk PLTU Tembilahan. Pihak ini juga berkomitmen untuk mencapai target cofiring biomassa di seluruh PLN.

Pemanfaatan teknologi cofiring ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Ditambahkan Sais Sriyono, penyediaan bahan baku biomassa tersebut dilaksanakan rekanan yang ditunjuk oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yang mana rekanan tersebut merupakan entitas badan usaha tersendiri, independen dan terpisah dari PLTU Tembilahan.

Untuk proses pengumpulan bahan baku, penebangan kayu, penyimpanan, dan proses pencacahan dilakukan pihak rekanan, dan tidak dilakukan di area PLTU Tembilahan.

"Tidak benar jika ada informasi yang beredar menyatakan bahwa terdapat gudang penyimpanan kayu di area PLTU Tembilahan, " tegasnya.

Menurutnya, biomassa yang digunakan PLTU Tembilahan bukan berasal dari daftar jenis pohon yang dilindungi, bukan pula tanaman dari kawasan konservasi atau ilegal logging.

Aturan itu tertuang dalam poin kontrak antara pihak penyedia biomassa dan PT PLN EPI. Apabila terbukti bahwa rekanan penyedia biomassa yang melanggar aturan itu, maka PLTU Tembilahan tidak menerima biomassa tersebut.

"Penjelasan ini kami sampaikan supaya tidak muncul pemahaman yang salah di tengah masyarakat tentang aktivitas PLTU Tembilahan. Karena kami menghargai keberlangsungan dan kelestarian lingkungan hidup, " tutupnya. ***

Sumber: Goriau.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top