Jumat, 14 Juni 2024

Breaking News

  • MrBeast Kukuhkan Dirinya Sebagai Youtuber dengan Subscriber Terbanyak di Dunia   ●   
  • Butuh 18.084 Tenaga, Pendaftaran Pantarlih Pilkada Serentak di Riau Mulai Dibuka Hari Ini   ●   
  • Ternyata 3.441 Pemilih Pemula di Pekanbaru Belum Rekam e-KTP   ●   
  • Pemkab Siak Terus Bergerak Intervensi Stunting Kampung ke Kampung   ●   
  • PPDB SD dan SMP Segera Dimulai, Ini Pesan DPRD Pekanbaru   ●   
Syamsuar Singgung UKT Mahal Saat Daftar Bacalon Gubri ke PAN dan PKS
Sabtu 18 Mei 2024, 17:49 WIB

tabloidrakyat.com PEKANBARU - Mantan Gubernur Riau yang kembali mendeklarasikan diri sebagai bakal calon (bacalon) kepala daerah menyinggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal di salah satu perguruan tinggi negeri di Pekanbaru.

Hal itu diutarakan Syamsuar saat mengembalikan formulir penjaringan kepala daerah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (17/5/2024).

"Masih banyak anak-anak kita yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan yang berkualitas. Apalagi sekarang ini kita malah mendengar ada kenaikan UKT yang sangat tinggi dan membebani baik orang tuanya maupun adik-adik mahasiswa," kata dia.

Persoalan UKT tersebut dinilai Syamsuar sangat memberatkan mahasiswa dan membuka potensi semakin banyaknya anak-anak enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara, Ketua DPD I Golkar Riau itu menyebut tingkat pendidikan anak usia sekolah di Riau sudah cukup memprihatinkan.

Syamsuar mengungkap jumlah anak putus sekolah cukup banyak di Riau, tak terkecuali di Kota Pekanbaru.

Ia bercerita ketika menyambangi Kecamatan Tenayan Raya di Pekanbaru ia mendapat keluhan dari masyarakat karena tidak adanya SMP dan SMA di wilayah mereka.

"Jadi terpaksalah anak-anak ini tidak melanjutkan sekolah karena jauh. Mereka memilih bekerja di pabrik-pabrik batu bata. Ini 'kan sangat disayangkan sekali. Usia mereka itu harusnya sekolah, bukan bekerja," ujar Syamsuar.

Mantan Bupati Siak selama dua periode sejak 2011 hingga 2019 itu mengakui bahwa persoalan pendidikan masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah.

Jika memungkinkan, lanjut Syamsuar, seharusnya beasiswa dan bantuan pendidikan yang diperbanyak bukan uang kuliah yang semakin naik.

"Ini memang jadi PR kita bersama. Makanya seharusnya anak-anak kita ini dibantu, orang tuanya dipermudah, jangan dipersulit," sebutnya.

Maka dari itu, Syamsuar melanjutkan, ia sudah berniat untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utamanya jika dipercaya kembali oleh masyarakat menjadi Gubernur Riau periode 2025-2029.

Ia juga akan melanjutkan program-program pendidikan yang pernah dilakukannya saat menjadi Gubernur Riau periode 2019-2024 lalu.

"Makanya di dalam anggaran kami ini insya Allah ada dana yang kita siapkan untuk pendidikan. Ada juga Dana Abadi yang akan kita pakai untuk pendidikan sehingga nanti bisa memudahkan anak-anak yang tak mampu bayar UKT ini," pungkasnya.

sumber : halloriau




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top