Jumat, 14 Juni 2024

Breaking News

  • Lagi-lagi Judi Online, Oknum Perwira TNI Gelapkan Uang Satuan Rp876 Juta untuk Main Judi Online   ●   
  • Indonesia Tuan Rumah di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2025   ●   
  • PKB Resmi Usungkan Anies Baswedan Balon Gubernur DKI Jakarta   ●   
  • MrBeast Kukuhkan Dirinya Sebagai Youtuber dengan Subscriber Terbanyak di Dunia   ●   
  • Butuh 18.084 Tenaga, Pendaftaran Pantarlih Pilkada Serentak di Riau Mulai Dibuka Hari Ini   ●   
Sekjen PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam
Senin 10 Juni 2024, 14:23 WIB

GAZA (TABLOIDRAKYAT) – Badan Tenaga Kerja PBB mengungkapkan, perang antara Hamas dan Israel telah mengakibatkan tingkat pengangguran di wilayah Palestina melonjak hingga hampir 80 persen. Perang telah menyebabkan hilangnya pekerjaan dan mata pencaharian dalam skala besar.

Sejak perang dimulai pada Oktober tahun lalu, tingkat pengangguran di Jalur Gaza telah mencapai angka 79,1 persen. Dilansir AFP, Organisasi Buruh Internasional (ILO) memproyeksikan jumlah pengangguran di Gaza lebih dari angka yang ditunjukkan.

Seperti diketahui, Israel telah memulai operasi militernya di Jalur Gaza setelah Hamas menyerang wilayahnya pada 7 Oktober lalu. Serangan balik yang dilakukan Israel telah menewaskan lebih dari 36 ribu warga Palestina di Jalur Gaza. Dengan jutaan warga lainnya menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk masalah kesehatan dan kekurangan pangan.

”Bayangkan, dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi ini, masyarakat tidak akan mampu mengamankan pangan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Hal ini juga berdampak pada kesehatan mereka. Sekalipun mereka mempunyai uang, tidak ada rumah sakit yang dapat merawat mereka,” kata Direktur Regional ILO untuk Negara-Negara Arab Ruba Jaradat.

Setara dengan Kelompok Garis Keras seperti ISIS

Di pihak lain, Sekjen PBB Antonio Guterres disebut telah memutuskan untuk memasukkan Israel dalam daftar hitam negara dan organisasi yang menyakiti anak-anak di zona-zona konflik. Bersama dalam daftar hitam PBB itu terdapat nama-nama kelompok garis keras seperti ISIS, Al Qaeda, dan Boko Haram.

Reuters melansir, Guterres mengatakan, keputusan pihaknya itu sudah disampaikan kepada Atase Bidang Pertahanan Israel di Amerika Serikat Mayor Jenderal Hidai Zilberman. Jika keputusan tersebut benar, nama Israel akan muncul dalam daftar hitam PBB yang akan dipublikasikan pekan depan dalam sebuah laporan yang dibagikan ke semua anggota Dewan Keamanan PBB. Diskusi perihal keputusan Guterres itu akan digelar pada 26 Juni 2024.(agf/tia/jpg)

Sumber: Riaupos.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top