Jumat, 14 Juni 2024

Breaking News

  • PKB Resmi Usungkan Anies Baswedan Balon Gubernur DKI Jakarta   ●   
  • MrBeast Kukuhkan Dirinya Sebagai Youtuber dengan Subscriber Terbanyak di Dunia   ●   
  • Butuh 18.084 Tenaga, Pendaftaran Pantarlih Pilkada Serentak di Riau Mulai Dibuka Hari Ini   ●   
  • Ternyata 3.441 Pemilih Pemula di Pekanbaru Belum Rekam e-KTP   ●   
  • Pemkab Siak Terus Bergerak Intervensi Stunting Kampung ke Kampung   ●   
Masih Soal Vina, Pegi alias Perong dan Keluarganya Jalani Pemeriksaan Psikologi Forensik
Selasa 11 Juni 2024, 11:25 WIB

JAKARTA (TABLOIDRAKYAT) - Polda Jawa Barat melaksanakan pemeriksaan psikologi forensik terhadap tersangka pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan. Langkah ini diperlukan sebagai kelengkapan proses penyidikan.

"Pemeriksaan psikologi forensik terhadap Tersangka PS dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu yaitu tanggal 8 - 9 Juni 2024 oleh Tim Psikologi atas permintaan dari penyidik Dit Reskrimum Polda Jawa Barat," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan, Senin (10/6).

Pemeriksaan psikologi forensik juga dilakukan tidak hanya terhadap Pegi, tetapi juga kepada beberapa saksi, termasuk keluarga Pegi.

"Kami dari Polda Jawa Barat berharap dengan adanya pemeriksaan psikologi forensik akan semakin membuat terang peristiwa pidana yang terjadi dan melengkapi proses penyidikan yang sedang berlangsung," jelas Jules.

Sebelumnya, DPO Pegi Setiawan alias Perong alias Robi resmi menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon. Hal itu diungkap usai Polda Jawa Barat melakukan konferensi pers usai menangkap Pegi beberapa waktu lalu di kawasan Bandung.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, Pegi ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti dari yang bersangkutan.

but bahwa Pegi terbukti melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Dengan ancaman pidana mati seumur hidup dan paling lama 20 tahun," tegas Jules kepada wartawan dalam konferensi pers, Minggu (26/5).


Sumber: Riaupos.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top