Sabtu, 13 Juli 2024

Breaking News

  • Penyebab Sulitnya Ucapkan Kalimat Tauhid saat Sakaratul Maut   ●   
  • Pemko Pekanbaru Pecat Sepihak THL, Gaji Juga Tak Dibayarkan   ●   
  • BPJN Riau Bakal Datangkan Jembatan Bailey Atasi Jalan Rusak Pasca Abrasi di Inhil   ●   
  • Serahkan SK PPPK di Lingkungan Pemprov RIau, PJ Gubri Siapkan Beasiswa bagi Guru   ●   
  • Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di Kejati Riau Tahun Ini Terasa Lebih Spesial   ●   
Pemprov Riau Raih Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024, Ini Kategorinya
Sabtu 06 Juli 2024, 18:36 WIB

tabloidrakyat.com PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024 kategori transformasi pembelajaran, kelompok pemerintah daerah (Pemda) transformatif provinsi.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, di JCC Plenary Hall Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Untuk diketahui, pada tahun ini Kemendikbudristek memberikan penghargaan kepada 51 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang terdiri atas gubernur, wali kota, dan bupati.

Ada enam kategori penghargaan yang diberikan kepada pemda, di antaranya kategori transformasi pembelajaran, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan.

Kemudian transformasi pengelolaan pendidikan, transformasi anggaran pendidikan, transformasi pendidikan vokasi, dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh kepala daerah yang telah menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024 ini, karena telah berupaya mewujudkan Merdeka Belajar di wilayahnya masing-masing.

"Terima kasih dari kami di Kemendikbudristek karena ini bukan transformasi yang mudah, ini transformasi yang sulit, jadi selamat," kata Nadiem.

Nadiem mengungkapkan, seperti tahun sebelumnya, Anugerah Merdeka Belajar 2024 ini adalah bentuk apresiasi Kemendikbudristek kepada pemda yang mengupayakan perwujudan sekolah yang dicita-citakan melalui transformasi sistem pendidikan.

Dia menerangkan, sekolah yang dicita-citakan tersebut memiliki sejumlah karakteristik, yakni sekolah yang pembelajarannya berpusat kepada murid bukan berpusat kepada birokrasi atau administrasi.

Ia menjelaskan, cita-citanya adalah memiliki sekolah yang memiliki iklim yang inklusif, aman dan merayakan Kebhinekaan.

"Kami juga punya cita-cita sekolah itu guru-gurunya gemar belajar jadi bukan cuma muridnya yang gemar belajar, tapi guru-gurunya yang selalu gemar belajar berbagi dan berkolaborasi," ucapnya.

Selanjutnya, Mendikbudristek ini menambahkan, Kemendikbudristek juga memiliki cita-cita kepala sekolah di sekolah di Indonesia mengedepankan perkembangan satuan pendidikan yang berkelanjutan.

Terangnya, banyak orang berkata semua karakteristik itu barangkali terdengar sangat tidak ideal dan sulit direalisasikan, tapi pada kenyataannya sekarang ini sudah terlihat perwujudan sekolah yang dicita-citakan di berbagai daerah di seluruh penjuru di Indonesia tidak hanya di kota besar, banyak sekali di kota kecil, di daerah terpencil ada gerakan perubahan besar transformasi pendidikan.

"Ini suatu gerakan yang cukup luar biasa. Ini bukan capaian saya tapi capaian kita semua," katanya.

sumber : cakaplah




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top