Selasa, 27 Februari 2024

Breaking News

  • Pemkab Siak Akuisisi TK Swasta jadi TK Negeri di Pusako   ●   
  • Pekan Ini, Harga Karet di Kuansing Naik   ●   
  • Bupati Zukri Jalani Wawancara dan Presentasi Nominator Patriana Award 2024   ●   
  • Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Dumai Sambut Baik Program DMPG   ●   
  • Tunjuk SF Hariyanto sebagai Pj Gubernur, LAM Riau Apresiasi Presiden   ●   
Tokoh Muslim India Desak PM Modi Tak Ubah Masjid Jadi Kuil Hindu, Terancam di Negara Sendiri
Sabtu 03 Februari 2024, 08:29 WIB

NEW DELHI (TABLOIDRAKYAT) - Para pemimpin Muslim India mendesak pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi untuk mengakhiri perselisihan soal masjid dan kuil Hindu. Mereka menegaskan masyarakat Muslim yang menjadi minoritas merasa terancam. Para tokoh Muslim terkemuka itu juga mendesak Modi untuk melindungi masjid dari segala upaya perusakan dan pengalihan fungsi menjadi kuil Hindu.

Kasus terbaru, pengadilan di Varanasi, Uttar Pradesh, pekan ini mengeluarkan keputusan yang membolehkan sebuah masjid tua di kota itu digunakan untuk ibadah umat Hindu.

Pengadilan India Bolehkan Umat Hindu Ibadah di Masjid Gyanvapi gegara Survei Arkeologi

Keputusan itu dikeluarkan setelah otoritas kepurbakalaan India mengungkap temuan patung dewa Hindu di bawah bangunan masjid.

“Banyak orang di negara ini mengklaim, beberapa masjid bersejarah dibangun setelah penghancuran kuil, namun itu adalah tuduhan bohong,” kata Maulana Khalid Saifullah Rahmani, presiden Dewan Hukum Pribadi Muslim India, dalam pernyataannya yang didampingi para tokoh Muslim lainnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/2/2024)

Masyarakat Muslim, lanjut Khalid, merasa terancam dan tercekik di negara mereka sendiri.

Perebutan klaim atas tempat-tempat suci Muslim dan Hindu telah memecah belah India sejak kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada 1947. Kelompok Muslim semakin terbelenggu sejak pemerintahan dikuasai kubu nasionalis Hindu yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.

Para pengamat menuduh Modi dan partainya, Bharatiya Janata Party (BJP), mendorong agenda-agenda pro-Hindu serta bersikap diskriminatif terhadap umat Islam. Modi membantah tuduhan tersebut.

Kelompok Hindu garis keras India dan BJP menyebut beberapa masjid di India dibangun di atas kuil Hindu yang dihancurkan yakni pada masa pemerintahan Mughal.

Salah satu bentrok antar-agama paling berdarah di India adalah perebutan masjid di Kota Ayodhya pada 1992. Umat Hindu saat itu merobohkan bangunan masjid kemudian menggantinya dengan kuil.

Kuil tersebut diresmikan Modi pada bulan lalu, memenuhi janji BJP selama puluhan tahun untuk mengubahnya menjadi tempat ibadah Hindu. Mahkamah Agung India pada 2019 mengeluarkan putusan yang mengembalikan masjid tersebut kepada umat Hindu.

Umat Hindu meyakini Dewa Raja Ram dilahirkan di tempat itu.

“Kami paham kemenangan hukum di Ayodhya mengakhiri klaim Muslim atas satu tempat suci, tapi sekarang sudah menjadi tren untuk mempertanyakan asal muasal beberapa masjid lainnya,” kata Maulana Syed Mahmood Madani, pemimpin Jamiat Ulama-i-Hind.

“Kami mendesak pemerintah dan pengadilan untuk menjaga kepentingan umat Islam dan situs keagamaan kami," ujarnya, menegaskan.

Pekan ini pengadilan di Kota Varanasi mengizinkan umat Hindu untuk melaksanakan ibadah di Masjid Gyanvapi yang dibangun pada abad ke-17.

Kelompok Hindu menyatakan hasil survei arkeologi menemukan bukti bahwa masjid tersebut dulunya adalah kuil yang dihancurkan. Para pemimpin Muslim akan mengajukan banding atas putusan kontroversial tersebut.

Sumber : Cakaplah.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top